Yohanes 18:37-38a
18:37 Maka kata
Pilatus kepada-Nya: “Jadi Engkau adalah raja?”
Jawab Yesus:
“Engkau mengatakan, bahwa Aku adalah raja.
Untuk itulah Aku lahir
dan untuk itulah Aku datang kedalam dunia ini, supaya Aku memberi kesaksian tentang
kebenaran; setiap orang yang berasal dari kebenaran mendengarkan suara-Ku.
kepada-Nya: “Apakah kebenaran itu?
Aku adalah Raja Kebenaran (Aletheia)
menunjuk pada pribadi Yesus Kristus sebagai Tuhan. Kebenaran yang tidak bersifat
temporer atau bergantung situasi; kebenaran yang bersifat kekal. Kebenaran yang
telah ada, yang ada dan yang akan terus ada untuk menjadi penuntun, penilai,
penghibur bagi manusia yang ada dalam Kristus dan penghukum bagi mereka yang
ada di luar Kristus.
Sebagai Raja Kebenaran, Kristus adalah
sang pembebas; Dia memerdekakan orang berdosa. Selama melayani di dunia,
Kristus telah banyak membebaskan orang sakit, lumpuh, dirasuk setan, dosa bahkan
kematian. Manusia hanya bisa memberitakan kebenaran kepada orang lain, namun hanya
Kristus yang dapat memerdekakan mereka. Yesus memerdekakan orang Gerasa yang di
rasuk setan, membebaskan perempuan yang kedapatan berzinah dari hukuman mati,
dan banyak yang lainnya.
Sebagai Raja Kebenaran, Kristus tidak hanya
memerdekakan, Ia juga menguduskan. Orang yang telah di merdekakan oleh Kristus kemudian
dikuduskan (dipisahkan dari dunia) bukan untuk di simpan di lemari kaca yang
bagus, namun untuk pergi melayani. Dipisahkan (dikuduskan) untuk menjadi berkat
bagi orang lain. Orang Gerasa yang sudah dimerdekakan kemudian dikuduskan untuk
memberitakan kabar baik kepada orang lain, para murid dipanggil-dikuduskan untuk
pergi bersama Yesus melayani.
Sang Kebenaran yang bersifat kekal itu memerdekakan orang berdosa untuk dikuduskan agar pergi melayani orang lain. Setiap orang Kristen yang mengaku bertobat maka ia tidak akan berdiam diri ia akan pergi melayani walau tidak ada orang lain yang mendorong atau menariknya untuk melayani.
Pdt. Hadi Sugianto Lie